ULUMUL QUR'AN

ULUMUL QUR'AN

BAB 1
SEPUTAR ULUMUL QUR'AN

A. Pengertian Ulumul Qur'an
Ulumul Qur'an adalah ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Al Qur'an. Misalnya: Asbabun Nuzul, Makiyah dan Madaniyah, Nasakh dan Mansukh, I'jazul Qur'an dll.
Secara lengkap Al Qur'an memuat lima unsur pengertian, yaitu :
1. Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
2. Yang tertulis dalam mushaf
3. Yang dinukil (disalin) secara Mutawattir (diketahui oleh orang banyak)
4. Yang tercatat ibadah bagi orang yang membacanya
5. Yang dimulai dengan surat Al Fatihah dan diakhiri dengan surat An Nas
Pengertian Al Qur'an menurut istilah menyebutkan dua unsur, yaitu :
1. Menurut Ahli Kalam Al Qur'an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
2. Mmmanurut Ahli Ushul al qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang dimulai dengan surat Al Fatihah dan diakhiri dengan surat An Nas
Menurut Etimologi Al Qur'an Disampaikan Oleh Lima Tokoh, Yaitu
1. Al Lihyani yang mengatakan bahwa Al Qur'an berasal dari kata Qoroa yang berarti bacaan
2. Az Zujaj mangatakan bahwa Al Qur'an berasal dari kata Al Qor'u yang berarti Al Jam'u yaitu kumpulan dari kebenaran
3. Abu Musa Al Asy'ari mengatakan bahwa Al Qur'an berasal dari kata Qorona yang berarti mengumpulkan kebenaran
4. Al farra' yang mengatakan bahwa Al Qur'an berasal dari kata Al Qorinah yang berarti bukti-bukti kebenaran
5. Asy Syafi'i yang mengatakan bahwa Al Qur'an tidak diambil dari kata apapun (isim murtajal) yang berarti Al Qur'an adalah nama kitab suci yang diturunkan kepada nabi muhamad)
B. Obyek Pembahasan Ulumul Qur'an
Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang membagi obyek pembahasan Ulumul Qur'an
1. Al Jumhur; mengatakan bahwa obyek dari ulumul qur'an adalah membahas tentang ilmu pengetahuan islam dalam bahasa alam
2. Imam Suyuti; mengatakan bahwa obyek dari ulumul qur'an adalah pengetahuan umum
3. Imam Az Zarkoni membagi obyek pembahasan ulumul qur'an menjadi dua, yaitu :
a. Muaudli'i yaitu segala sesuat yang tertulis dalam Al Qur'an
b. Imami yaitu ilmu-ilmu mengenai kehidupan sehari-hari misalnya fisika, kimia dan lain-lain
4. Hasbi Ash Shiddiqi membagi obyek pembahasan Ulumul Qur'an menjadi delapan macam yaitu:
a. Nuzulul Qur'an
b. Tarkibul Qur'an
c. Pengumpulan Al Qur'an
d. Qiro'atul Qur'an
e. Kitabatul Qur'an
f. Tafsilul Qur'an
g. I'jazul Qur'an
h. Nasakh dan Mansukh
5. Muhammad Bin Ali Ash Shabuni membagi obyek pembahasan Ulumul Qur'an menjadi :
a. Asbabun Nuzul
b. Tarkibul Qur'an
c. Pengumpulan Al Qur'an
d. Qiro'ah
e. Kitabatul Qur'an
f. Tarkibul Qur'an
g. Makiyyah dan Madaniyyah
h. Nasakh dan Mansukh
i. Muhkamad dan Mutasyabihat

C. Hikmah Mempelajari Ulumul Qur'an
1. Alatut Tafsir, yaitu Ulumul Qur'an dapat dipakai sebagi alat menunjang dalam penafsiran ayat
2. Alatul Hujjah, yaitu Ulumul Qur'an dapat dijadikan alat dalam menyampaikan dalil kebenaran Al Qur'an
3. Alatut Tafhim, yaitu Ulumul Qur'an dapat dijadikan alat untuk memahamkan dalam petunjuk, iman dan taqwa.


A. Pengertian Sejarah Ulumul Qur'an
Yang dimaksud sejarah Ulumul Qur'an adalah riwayat perkembangan ulumul Qur'an dari masa ke masa. Misalnya periodesasi perkembangan Ulumul Qur'an ditinjau dari zaman Rasulullah, zaman sahabat, tabi'in, tabi’ut tabi’in, dapat pula perkembangan ulumul Qur'an dilihat dari abad ke abad.

B. Perkembangan Sejarah Ulumul Qur'an
Menurut Hasby ash-Shiddiqi perkembangan ulumul Qur'an dibedakan atas:
1. Zaman Rasulullah yaitu zaman Nabi Muhammad setelah diutus menjadi Rasul yaitu usia 40 tahun – 63 tahun. Yaitu di Mekah 13 tahun, di Madinah 10 tahun. Ulumul Qur'an lahir pada abad 3 hijriyah, ulumul Qur'an baru lahir karena munculnya seorang tokoh yaitu Muhammad bin Khalaf al Marzuban (bapak ulumul Qur'an) dengan kitabnya yang berjudul “al-Hawi fi Ulumul Qur'an” karena dianggap memuat disiplin ilmu.
a. Harus punya obyek pembahasan
b. Metodologi
c. Sistematika
Metode pembelajaran pada zaman Rasul:
a. Syafahi: penuturan secara lisan/dari mulut ke mulut.
b. Talqin: individual
Zaman Rasulullah ulumul Qur'an belum lahir karena:
a. Masalah-masalah dapat diatasi Rasul.
b. Tokoh-tokoh ulama masih bersifat parsial dalam menyampaikan gagasannya, misalnya hanya mengupas nuzulul Qur'an, Makiyah Madaniyah, nasakh mansukh.
2. Periode Sahabat
Sahabat adalah orang yang hidup zaman Rasulullah dan beriman misalnya Abdullah bin Abbas, Zaind bin Tsabit, Abu Musa al-Asyar.
a. Zaman khalifah Usman
- Beliau menyeragamkan bacaan.
- Tulisannya harus ditulis dengan model khalifah Usman
b. Zaman khalifah Ali
Al-Qur'an ditafsirkan dengan kaidah-kaidah bahasa Arab. tokoh zaman sahabat adalah 4 sahabat besar. Abdullah bin Abbas, Zaid bin Tsabit penulis wahyu Abdullah bin Asmi Abu Musa al-Asy'ari Abdullah bin Umar Ubay bin Ka’ab
3. Zaman Tabi’in
Tabi’in adalah murid-murid sahabat, mereka hidup pada zaman sahabat. Adapun para tabi’in, antara lain: Mujahid Qatadah Ato' binYasar Zaid bin Aslam Ikrimah
Adapun generasi selanjutnya namanya tabiut tabi'in, generasi-generasi selanjutnya adalah murid-murid mereka. dalam masa 100 tahun akan dimunculkan seorang tokoh, sehingga ada muncul pembagian periode yang lain menurut tinjauan abad ke abad.
Tabiut tabi'in yang terkenal adalah Anas bin Malik yang diikuti oleh iman Abu Hurairah.
Tokoh tabi’in yaitu Malik bin Anas, kemudian dari generasi ke generasi dipegang oleh para ulama:
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الاَنْبِيَاءِ (الحديث)
اِنَّمَا يَخْشَ اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءْ (الاية)

C. ??????

D. Tinjauan Sejarah dari Abad ke Abad
Pada abad ke-II yaitu mufassirin (مفسرين)
Diantara ulama' abad ke-II yang menyusun tafsir
1. Sufyan bin Ayainah
2. Syu’ban bin al-Hajjah
3. Waki’ bin al-Jarah
Tafsir dibagi menjadi 2, yaitu:
1. بالمأثور (نقلى) : dari Rasul dan sahabat
2. ياارأى (اجتهادى) : dari sahabat
Pada abad III H, para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Qur'an adalah:
1. Muhammad bin Khalaf al-Marzuban menyusun kitab al-Hawi fi Ulumil Qur'an (bapak ulumul Qur'an yang pertama).
2. Ali bin al-Madini menyusun ilmu Asbabun Nuzul
3. Muhammad bin Ayyub al-Dhirris menyusun ilmu Makki wal Madani
4. Abu ubaid al-Qasim bin Salam, menyusun ilmu Nasikh wal Mansukh dan Ilmu Qira'at.
Motivasi
1. Surat Hud ayat 120  hikmahnya menambah iman dan taqwa.
2. Surat Imron 164  Allah memberikan nikmat kepada orang mukmin
لقد منَّ الله على المو منين ادتَعَثَ فيهم رسولا
فى كُلِّ رَأَسِ مِاةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّ دُها
Dalam seratus tahun ada orang yang memperbaruhinya.


A. Pengertian
Nuzul diambil dari kata نَزَلَ-يَنْزِلُ yang diartikan turun, jika dibedakan maka menjadi “turunnya” sehingga artinya turunnya al-Qur'an.
Sedangkan menurut istilah adalah:
1. Ar-Raghib al-AShfihani mengatakan bahwa نُزُوْل artinya meluncur dari atas ke bawah yaitu dari lauhul mahfud ke dunia melalui Nabi Muhammad dengan transit/singgah dari baitul izzah sebelum turun kepada Nabi. Jadi maksudnya Allah menurunkan wahyu berupa al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Sedangkan menurut iman Zama’syar'i nuzul berarti
اِبْتَمَاعُ اَيَةٍ اَيَةً اُخْرَى
Menurut sebagai ulama Qur'an diturunkan secara تَدَرِجُ yaitu berangsur-angsur.

B. Pentahapan Turunnya Al-Qur'an
Pentahapan turunnya ada 3 yaitu:
1. Al-Qur'an berada di lauh mahfud yaitu tempat yang terpelihara sebagai aslinya al-Qur'an (al-Buruj ayat 21-22).
2. Al-Qur'an di Bait al-Izzah, yakni rumah perkasa.
3. Al-Qur'an berada di dunia yaikni diterima oleh Rasulullah baik di Mekah dan Madinah.
Di Mekah diturunkan selama 13 tahun, 5 bulan, 13 hari.
Di Madinah diturunkan selama 9 tahun, 9 bulan, 9 hari.
Hadits riwayat hakim dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas ra dari Nabi Muhammad SAW. bersabda.
فُصِّلَ الْقُرْانُ مِنْ الذِّكْرِ فَوُ ضِعَ فِى بَيْتِ الْعِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَجَعَلَ جَبْرِيْلُ يُنَزَّلُ بِهِ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسِلَّمَ
Artinya:
“Al-Qur'an itu dipisahkan dari pembuatannya lalu diletakkan di baitul izzah dari langit dunia, kemudian mulailah malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW.”. (HR. Hakim dari ibnu Jubair dari ibnu Abbas ra).

C. Khilafiyah Ulumul
Al-Baqarah: 185 al-Qur'an turun pada bulan Ramadhan tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan. Al-Qadar ayat 1: al-Qur'an diturunkan pada malam lailatur qodar adalah malam 10 akhir yang ganjil bulan Ramadhan, yaitu: 21, 23, 25, 27, 29. Diturunkannya ayat ini dimaksud untuk memberikan bonus kepada umat Nabi Muhammad yang usianya rendah/pendek 84 tahun 3 bulan yaitu malam 100 bulan.
1. Imam al-Hakim, hadits yang menentukan titik terang.
Al-Qur'an diturunkan dari lauh mahfud ke langit dunia yaitu baitul maqdis kemudian malaikat Jibril menurunkan ke Muhammad (al-Buruj, 21-22)
2. Hadits Ibnu Abbas, al-Qur'an diturunkan sekali pada malam lailatul qodar dan al-Qur'an bagian lain turun selama 20 tahun (20 lailatur qodar) kemudian diturunkan oleh malaikat Jibril secara berangsur-angsur.
3. Al-Qur'an turun sebagian pada malam lailatur qodar untuk yang pertama kali, yang lainnya tidak pada malam lailatul qodar, riwayat Imam Baihaqi.
Tiga tokoh berbeda pendapat.
1. Imam Sayuti
2. Imam Mawardi yang memegangi hadits riwayat Ibnu Abbas.
3. Imam Asy’ya’bi: al-Qur'an turun yang pertama paad malam lailatul qodar sedangkan yang lainnya tidak (bebas).

D. Hikmah Mempelajari Nuzulul Qur'an
1. اِبْتِنَّص : memberikan wawasan yang baru tentang nuzulul Qur'an.
2. Nuzul Qur'an sebagai alat penunjang dalam menafsirkan ayat al-Qur'an.
3. Nuzulul Qur'an dapat mengetahui hal-hal yang gaib dan kebesaran dari al-Qur'an.
4. Menunjukkan berbagai data dan fakta serta argumentasi yang membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SAW. dan keluasan ilmu-Nya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaan-Nya.
5. Menunjukkan kehebatan dan kemukjizatan al-Qur'an, yaitu turunnya secara bertahap-tahap berbeda dengan kitab suci yang lain.

BAB IV
ASBABUN NUZUL

A. Pengertian Asbabun Nuzul
1. Menurut bahasa “asbabun” berasal dari kata sababun yang berarti sebab. Kalau dijamakkan menjadi “asabun” artinya beberapa sebab. Jadi adalah sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat al-Qur'an.
2. Asbabun nuzul menurut Hasbi as-Shiddiqi.
مَانَزَلَتْ....
Adapun peristiwa yang menyebabkan turunnya ayat dan menjawab dari sesuatu itu.
1. Karena peristiwa.
2. Karena pertanyaan yang harus dijawab Rasulullah.
3. Karena ada penjelasan hukum.

B. Pembagian Asbabun Nuzul
1. Peristiwa yang melatarbelakangi peristiwa asbabun nuzul:
a. Peristiwa yang menimpa pada diri Abdillah bin Ubayyin seorang tokoh munafiq, kemudian turun surat al-Baqarah ayat 14).
b. Peristiwa yang diangkat dari salinan al-Farisi adalah orang Ahli Kitab sebelum Muhammad lahir. Dia mengetahui adanya Rasulullah melalui kitab Injil dan dia menemui Rasulullah dengan mendukung Rasulullah, namun Nabi bingung karena biasanya Ahli Kitab memusuhi Nabi (surat al-Baqarah ayat 62) untuk membenarkan Salman al-Farisi adalah orang-orang beriman.
c. Abdullah bin Sabah adalah orang Ahli Kitab yang kontra dengan Rasul, sedangkan yang pro dipimpin Abdullah bin Salam (al-Baqarah ayat 79), menyatakan bahwa orang ahli kitab yang kontra Nabi berani mengubah kitab al-Qur'an maka mereka terancam neraka well/kesusahan yang besar.
2. Menjawab Pertanyaan
a. يَسْعَلُوْ نَكَ عَنِ الرُّوْحِ  al-Isra’: 85 (tentang ruh)
قُلْ الرُّوْحِ مِنْ اَسْرِرَبِّى
b. يَسْعُلُوْنَكَ عِنِ الْمَحِيْضُ  al-Baqarah: 222 (tentang darah haid)
قل هوادى فاعتر لو النساء
c. Al-Baqarah 219 (tentang khomer dan maisir)
عَنِ الْخَمرِ وَالْمَيْسِرْ قُلْ فِيْهِمَا اِثمُ كِبِيْرٍ و منا فع للناس
3. Menjelaskan hukum ada 3:
a. Hukum menuduh selingkuh, bila tidak ada saksi maka penuduh akan di hukum 80 kali dera. Contoh: Aisyah dituduh berselingkuh dengan Bisufyana maka turunlah (ayat 4 surat an-Nur).
b. Rofas Khumar adalah berkumpulnya suami dan istri pada malam bulan Ramadhan. Surah al-Baqarah: 187.
c. Salamah bin Saqar menuduh istrinya jelek seperti punggung ibunya. Kata Rasul maka Salamah bin Saqar terkena hukuman qifarat yaitu puasa 2 bulan/memberi makan 60 orang.

C. Hikmah Asbabun Nuzul
1. للاِسْتِبُصَارْ memberikan wawasan yang luas tentang asbabun nuzul.
2. Asbabun nuzul merupakan alat penunjang ilmu tafsir, ilmu dzakiikil id asbabun nuzul merupakan suatu metode yang paling baik dari al-Qur'an.
طَرِيْقٍ قُوْى فِ فَهُمِ مَعَا فِ الْكِتَابُ
3. Asbabun nuzul dipelajari akan menambah Imtaq di kaum Muslimin.
4. Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatian syara' terhadap kepentingan umum dalam melengkapi segala peristiwa.
5. Mengethui seba nuzul adalah cara terbaik untuk memahami makna al-Qur'an dan menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tanpa mengetahui sebab nuzulnya. (Hal. 110-112).


A. Pengertian I’jazul Qur'an
1. Menurut bahas i’jaz diambil dari kata اَعْجَزَ yang berarti melemahkan musuh. Dengan kata lain mengalahkan. I’jazul Qur'an berarti mengalahkan al-Qur'an terhadap musuh Nabi yaitu orang-orang kafir yang ada di Mekah. Karena orang kufar menganggap al-Qur'an buatan Muhammad pdahal tidak, maka turunlah wahyu yang meluruskan kejadian ini.
2. Menurut istilah i’jazul Qur'an adalah lemahnya manusia dalam menghadapi tantangan al-Qur'an dengan cara membuat karangannya yang seperti al-Qur'an. bisa menyingkap masa lalu.
Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang keluar dari para Nabi dan Rasul, yang tidak bisa dipelajari manusia.
Contoh:
a. نَقَتُ الله : untanya Nabi Sholeh yang lahir dari batu, jangan sekali-kali kamu meyakininya.
b. نَصَ مُوْسَ : tongkat Nabi Musa. Tongkat itu kalo dilemparkan menjadi ular.
c. Nabi Isa dapat menyembuhkan penyakit kusta dan belang.
d. Nabi Muhammad adalah al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar.
1) Abu Bakar al-Banillani.
2) Abu Nauval
B. Pembagian Nilai-Nilai Pemukjizatan Qur'an
Ada 3 tokoh yang diangkat dalam pembahasan ini:
1. Abu Bakar al-Baqilani: Nilai i’jazul Qur'an ada 3 macam, yaitu:
a. Ikhbalul Hujuub artinya memberitakan barang-barang yang gaib. Membertakan/menginformasikan adanya hari bangkit, adanya surga-neraka.
b. Mukjizat Nabi Muhammad yang paling besar karena dapat mengalahkan kufar Mekah. Contoh: Isra’ mi’raj, ketika Nabi berdagang di syam dinaungi awan, mengalirnya air pada jari-jari Nabi ketika habis perang sahabat ingin minum beserta anaknya, kemudian tangannya dimasukkan ke ember dan keluar air dan diminum oleh prajurit perang, anak dan kembala-kembala.
2. Abdur Rozak an-Naufal: nila ijaz ada 4 macam, yaitu:
a) Al-Qur'an mengandung ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh manusia. namanya المي;
b) تَسُرِحِيٌ (Pembinaan hukum Islam);
c) اَدَبِيٌ/بَلْ فِيٌ (bernilai balaqah);
d) mengandung nilai IPTEK/عَ دَ رِيَ sejumlah ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Qodi Iyad قافى اِيَاذَ: nilai i’jaz Qur'an, memuat:
a. Nilai bagusnya lafalnya al-Qur'an.
b. Nilai bagusnya susunan kalimat al-Qur'an.
c. Benarnya ramalah al-Qur'an terhadap masa yang akan datang.
d. Benarnya ramalan al-Qur'an terhadap masa lampau.
e. Benarnya ramalah al-Qur'an terhadap masa yang lampau.
Abu Bakar al-Baqilani dalam menjelaskan segi-segi balihul Qur'an ada 10 macam. Diberi contoh:
1. I’jaz اِلجَازْ: ungkapan yang ringkas.
2. اسعلرة: pinjaman kata lain: مُسْتَعَرْلَهُ : وَسْعَلَ وَرَعَسُ شَيْدُ شَيْبَهُ مُسْتَعَرْ
3. تضشْبِةْ: perumpamaan/امسل ول قدمن
4. اَتْلَ عُمْ: kepantasan مُسْتَعَرَ مِنْهُ
5. اَلْفَلَسِلْ: pesajakan
6. اَتَّدَامُسْ : ungkapan sejenis
7. اَتَّشْ رِيْفِ : ungkapan variatif
8. اِتِبَسْ : memahami yang tersirat
9. شَهَدْ مُبَلَ هَةْ : bentuk yang menyangatkan
10. حُسُنَلُ بَيَانُ : penjelasannya bagus tidak seronok/tidak porno.

C. Manfaat I’jazul Qur'an
1. Memberi wwasan yang luas tentang nilai-nilai kemukjizatan Qur'an.
2. Papa menjadi pembantu/alat pembantu dalam menafsirkan ayat Al-Qur'an. الم: Allah menurunkan al-Qur'an pada Muhammad melalui Jibril.
3. Menambah mantabnya iman dan takwa seseorang. Hud ayat 120.



A. Pengertian Fawatihush Shuwar
Menurut bahasa fawatih adalah jamak dari kata fatihah, yang berarti pembukaan atau permulaan atau awalan. Sedangkan kata ash-shuwar adalah jamak dari kata ash-surah, sekumpulan ayat-ayat Al Qur'an yang mempunyai awalan dan akhiran. Fawatihush Shuwar disebur juga dengan Awailul Shuwar yang merupakan bentuk jamak dari kata Awwalun yang berarti pertama-pertamanya surat.
B. Pembagian Fawatihush Shuwar
1. Menurut jumlah hurufnya, Fawatihush Shuwar bisa terdiri atas satu huruf seperti ن, dua huruf sepertiحم , tiga huruf sepertiالر , empet huruf seperti المص, dan lima huruf seperti كهيعص
2. Menurut keadaan awal surat, Fawatihush Shuwar bisa terbentuk dari lafal Pujian, Amar, Syarat, Panggilan, Ta'lil, Qasam, Huruf Hijaiyah, Do'a, Tanya dan Berita.
C. Tinjauan-Tinjauan Fawatihush Shuwar
Menurut Mukhtar Yahya, manfaat awal surat ada lima yaitu :
1. Untuk menantang kuffar makkah .
2. Untuk pengenalan huruf hijaiyah
3. Untuk nama surat
4. Untuk menyinggung/mengenal isi surat
5. kependekan dari kata
D. Hikmah Mempelajari Fawatihush Shuwar
Manfaat mempelajari fawatihush shuwar paling tidak ada tiga manfaat yaitu :
1. Untuk memberikan wawasan yang luas tentang Fawatihush Shuwar
2. Untuk mengetahui nilai-nilai kemukjizatan Al Qur'an
3. Memahami nilai-nilai balaghoh dalam Al Qur'an




0 Response to "ULUMUL QUR'AN"

Poskan Komentar